Monday, January 27, 2020

SWEET DREAMS


Film ini punya judul asli 一千零一夜, Yi Qian Ling Yi Ye, Di kenal juga dengan nama One Thousand and Ond Night (1001 Nights).
Seperti namanya, 1001 Malam yang selalu identik dengan mimpi dan dongeng, film dengan 48 episode ini menceritakan tentang kekuatan mimpi. Film yang di sutradarai oleh Qian Jing Jing dan tayang pada 25 Juni – 23 Juli 2018 ini berhasil meraih nilai 7,9 di MyDramalist.
Dengan mengangkat tema fantasy, romance, dan comedy, sebenarnya film ini bisa dimasukkan dalam kategori usia 13 taun ke atas. Sayangnya, film ini juga memiliki nuansa bisnis yang cukup rumit dan mengandung sedikit masalah psikologi yang rasanya kurang bisa dipahami oleh mereka.

taken from Rakuten Viki
Film ini memang bertaburan bintang besar. Ada si cantik Dilraba Dilmuat, artis yang sedang booming dengan perannya sebagai Bai Feng Jiu di film Ten Miles dan sekarang sedang tayang sekuelnya, Pillow Book. Dalam film ini dia mendapat peran utama sebagai Ling Ling Qi, gadis muda baik hati yang suka menolong, dan terobsesi pada seorang floris terkenal, Bo Hai. Rasa sukanya pada Bo Hai membuat Ling Qi rela mengikuti ujian masuk berkali-kali agar bisa bekerja di tempat pria itu. Tetapi, rasa suka Ling Qi terhadap Bohay membuatnya tidak bisa mengendalikan diri sendiri, dan berdampak pada pekerjaannya.   

Bo Hai sendiri diperankan oleh si ganteng Deng Lun yang juga sukses membawakan peran sebagai Xu Feng, alias Poenix dalam film Ashes of Love. Pria ini mengalami trauma masa kecil yang membuat psikologinya terganggu.
Ling Qi dan Bo Hai sama-sama ikut dalam sebuah uji coba perusahaan gelang tekhnologi tinggi, untuk membantu gangguan tidur. Tetapi, dalam uji coba, bila 2 gelang memiliki persamaan frekwensi, bisa terjadi gangguan. Begitu juga yang terjadi pada gelang Ling Qi dan Bo Hai, yang mengakibatkan Ling Qi bisa mengunjungi mimpi Bohai, dan menjadikan mereka dekat.
  Kejadian-kejadian yang terjadi dalam mimpi itu ternyata ada hubungannya dengan kenyataan yang mereka hadapi, bahkan menjadi kunci jawaban. Seperti dalam mimpi, Ling Qi dan Bo Hai juga harus bekerja sama menghadapi berbagai masalah dalam perusahaan di kehidupan nyata.

Selain Dilraba Dilmuat dan Deng Lun, film ini juga dibintangi oleh artis cantik Wang Rui Zi yang berperan sebagai Lu Bao Ni, Bambi Zu sebagai Zhou Xin Yan, Liu Qiu Shi sebagai Ji Bin, Zhen Yi Long sebagai Mo Nan, Kevin Gao sebagai Luo Xian Nian, dan aktor lain yang juga cukup terkenal.


Kisah yang diwarnai dengan persahabatan, pengorbanan, dan tipu muslihat untuk membalas dendam, membuat film yang semula ringan menjadi berat dan sedih.
Pokoknya, film ini komplit, berhasil membuat penontonnya tertawa, menangis, dan gembira. Liat aja cuplikannya:   





Tuesday, January 21, 2020

Ashes of Love


        Ashes of Love, dengan judul asli 香蜜沉沉烬如霜 (Xiang Mi Chen Chen Jin Ru Shuang). Dikenal juga dengan Heavy Sweetness, Ash-like Frost , 香蜜沉沉燼如霜 , The Honey Sank Like Frost.
Awalnya, saat membaca judul drama xianxia yang juga di adaptasi dari novel ini terkesan dalam dan sedih. Rencananya saya mau skip adegan-adegan yang nggak penting dan kurang menarik. Tetapi, setelah menonton beberapa episode awal, ternyata cukup lucu dan seru. 
Film ini berjumlah 63 episode, tetapi di Viki hanya 60, dengan sutradara Chu Yui Bun. Tayang pada 2 Agustus 2018 sampai 4 September 2018, film ini memiliki genre Friendship, Historical, Comedy, Romance, Wuxia, Drama, Fantasy, Melodrama, dan Supernatural
Film ini dibuka dengan adegan megah saat dewa bunga melahirkan anak perempuan di Shui Jing, nama kerajaan bunga yang seluruh penghuninya perempuan. Sebelum meninggal, ia memberikan sebuah pil anti rasa pada anaknya, supaya saat dewasa tidak mengalami kepedihan karena cinta seperti yang dialami ibunya. Dia juga memerintahkan agar kelahiran Jin Mi, nama putrinya yang diperankan oleh Yang Zi, dirahasiakan dan tidak boleh keluar dari Shui Jing yang seluruh penghuninya perempuan selama 10.000 tahun.
Setelah 4000 tahun, Xi Fung (Deng Lung), alias phoenix, putra kedua kerajaan langit yang juga seorang Dewa Perang terluka, lalu jatuh ke Shui Jing. Dia ditolong oleh Jin Mi yang sudah menjadi gadis muda polos yang nakal. Jin Mi yang malas belajar, melihat kesempatan untuk kabur dari Shui Jing dan bekerja pada Xi Fung di istana langit.
Sejak menjadi asisten Xi Fung, Jin Mi bertransformasi dari gadis muda yang biasa-biasa, menjadi gadis cantik yang anggun, sehingga banyak pria jatuh cinta padanya. Rahasia Jin Mi yang semula tidak mengetahui perbedaan antara laki-laki dan perempuan ini pun terungkap. Begitu juga Xi Fung yang perlahan-lahan menyadari perasaannya pada Jin Mi. Film ini semakin menarik karena dibumbui kasih dan perselisihan antara saudara, kisah tersembunyi dalam keluarga, persahabatan sejati, serta politik dan penghianatan.
Buat saya, film ini seolah memberi pesan bahwa cinta adalah senjata yang paling berbahaya sekaligus paling indah. Satu hal yang pantas diperjuangkan, tapi juga bisa mengubah seseorang menjadi monster tanpa disadari.
Cinta bisa memberi rasa cemburu hingga mampu menyakiti, posesif hingga mampu melakukan apa saja supaya bisa memiliki, bahkan demi orang yang dicintai rela mengorbankan diri sendiri. Cinta bisa memberi kekuatan, tapi juga bisa membunuh.
Satu hal yang paling membekas adalah tata cara pernikahan di kerajaan Demon. Kalau saja ada alat yang bisa mendeteksi cinta sejati hanya dari setetes darah, mungkin masa kini bakal banyak pernikahan yang gagal. Hehe ...