Saturday, June 29, 2019

Dari Ujung Rambut ke Ujung Kaki

Kecantikan seorang wanita memang terpancar bukan hanya dari wajahnya saja. Tapi dari cara merawat bagian-bagian tubuh lainnya, seperti kulit, rambut, bahkan kaki. Tentu Emak juga tidak mau kalah, ingin terlihat cantik dan mempesona, bukan?
Dibawah ini ada beberapa tips yang dapat Emak gunakan supaya terlihat cantik, dari ujung  rambut hingga ujung kaki.

1. Rambut
Ada pepatah yang mengatakan bahwa “rambut adalah mahkota bagi wanita”. Tentu saja rambut sehat menjadi idaman setiap wanita. Rambut yang halus, lembut dan berkilau adalah cirri-ciri rambut yang sehat. Jangan biarkan rambut Emak menjadi rontok, kering, pecah-pecah dan berketombe. Rawatlah rambut dengan cara mencucinya secara rutin. Pilih sampo yang sesuai untuk keadaan rambut dan kepala. Bila perlu, gunakan kondisioner, ramuan herbal, vitamin rambut dan tonic untuk menjaga kesehatan rambut, dan melindunginya.

2. Wajah
Kulit wajah yang mulus dan halus tentu menjadi perhatian dan daya tarik seseorang. Sebaliknya, wajah yang berminyak, kering dan kusam memberi kesan yang kurang menarik. Cuculah muka setiap malam sebelum tidur setelah beraktivitas seharian. Polusi dan debu serta sinar matahari akan membuat wajah kusam dan bahkan berjerawat. Gunakan pelembab dan krim tabir surya yang mengandung minimal SPF 30 untuk kegiatan di bawah terik matahari. Rawatlah wajah dengan krim malam dan masker untuk menjaga kelembaban dan kekenyalan kulit wajah.

3. Mata
Masalah pada mata biasanya adalah kerutan kecil dan kantung mata atau lingkar hitam pada mata. Penyebabnya adalah kurangnya kolagen dan minyak pada daerah sekitar mata. Gunakan krim mata atau eye cream yang mengandung kolagen. Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung kolagen. Beberapa diantaranya adalah jeruk, melon, susu dan telur.

4. Bibir
Atasilah bibir yang pecah-pecah dan kering dengan lip balm, atau pelembab bibir. Pilihlah lip balm yang mengandung petroleum atau bee wax. Banyak mengonsumsi air putih dan buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, lemon, tomat, wortel, dan lain-lain. Untuk melancarkan peredaran darah pada bibir, pijatlah perlahan menggunakan minyak almond atau es batu.

5. Kulit
Sama seperti halnya kulit wajah, kulit yang kusam juga mengurangi daya tarik. Rawatlah kulit dengan mandi secara teratur. Penyebab kulit kusam diantaranya adalah debu, polusi dan paparan sinar matahari. Selain itu, kulit yang terlalu sering kena AC dan kurang minum juga bisa menjadi kering. Gunakan hand and body lotion yang dapat membantu mengembalikan kelembaban kulit setelah mandi pagi dan sore.

6. Kuku
Jangan biarkan kuku menjadi kekuningan  karena terlalu banyak menggunakan cat kuku dan kebiasaan merokok. Berikan jeda pada kuku setelah menggunakan cat kuku. Gunakan base coat yang bisa melindungi kuku dari bahan kimia. Bersihkan kuku secara teratur.  Bila terkena noda kuning setelah memasak, rendam kuku dengan air hangat yang sudah diberi perasan jeruk nipis selama 15-20 menit. Maka kuku warna kusam dan kekuningan bisa hilang.

7. Kaki
Salah satu masalah Emak yang memiliki kesibukan di rumah adalah tumit yang pecah-pecah.  Hal ini bisa diakibatkan oleh bahan kimia pada detergen dan sering terpapar air. Hal ini tentu sangat mengganggu, apalagi bila menggunakan sepatu hak tinggi. Untuk itu gunakan foot cream yang dapat menghaluskan dan melembutkan tumit kaki. Pakailah secara rutin, niscaya pecah-pecah akan hilang.
Tampil cantik dan menarik tidak harus selalu mahal. Demikian beberapa tips sederhana untuk Emak agar senantiasa segar dan mempesona sepanjang hari. Selamat mencoba.

rendam tanganmu ke dalam air hangat yang telah dicampur dengan perasan jeruk nipis. Biarkan selama 15-20 menit. Fungsi air jeruk ini adalah kandungan astringent nya yang bisa menghilangkan warna kusam pada kuku. Ini juga bisa kamu lakukan bila tangan terkena noda kunyit setelah memasak.

Thursday, April 11, 2019

MENGATASI KECANDUAN GAME PADA ANAK


   
   Hampir semua anak yang terlahir pada masa kini, sudah mengenal game sejak usia dini. Baik permainan melalui handphone, laptop, playstation, termasuk game online yang melibatkan orang lain yang tidak dikenal. Seperti Emak ketahui dampak game pada anak sangatlah buruk. Tetapi kalau menyikapinya dengan bijaksana sebenarnya ada beberapa game yang justru memiliki pengaruh yang baik. Bahkan sekarang permainan game sudah bisa menghasilkan uang yang tidak sedikit jumlahnya. Dengan melarang anak bermain game sebenarnya Emak justru menjauhkan anak dari perkembangan jaman dan tehnologi yang kian maju. Dibawah ini ada beberapa tips untuk mencegah anak kecanduan bermain game. 

1.Memilih game yang tepat. Sebenarnya game tidak hanya menyajikan permainan yang berbau kekerasan saja, banyak juga game yang melatih kesabaran seperti memasak, atau bercocok tanam yang harus menunggu beberapa jam bahkan beberapa hari. Beberapa permainan melatih anak berbahasa Inggris bahkan untuk balita, ada juga yang melatih dan mempertajam daya ingat, mampu memecahkan masalah, dapat bekerja dalam tim, mengajarkan sportifitas, dan mengurangi stress ataupun rasa sakit. Jadi pilihlah game yang mendidik ke hal yang positif, supaya menghasilkan hal yang baik.
1. 
2. Tentukan waktu bermain dan konsisten dengan kesepakatan bersama. Biasakan anak mengatur waktunya bermain. Misalkan sehari hanya boleh bermain dua jam, atau boleh bermain setelah makan, mandi, dan mengerjakan pekerjaan rumah, sampai waktu yang disepakati bersama orang tua. Bila tidak mentaati peraturan, barulah diberi sangsi. Ini menjadikan anak bertanggung jawab dan tidak main belakang. Karena kalau Emak melarangnya bermain tanpa alasan yang jelas, anak justru semakin penasaran untuk bermain tanpa sepengetahuan Emak.
  
3. Bermain bersama. Sesekali luangkan waktu untuk ikut bermain bersama anak dan pelajari permainan apa yang diminati oleh mereka. Memberikan tips-tips yang baik, tapi tetaplah fokus pada tanggung jawab. Dengan terlibat dalam dunia anak Emak akan menjadi role model dalam bermain, sehingga mereka merasa nyaman, bermain dengan terang-terangan tanpa perlu menyembunyikan sesuatu, dan Emak bisa leluasa membatasi permainan yang dikehendaki tanpa menyakiti perasaan anak.

3. Berikan Pengertian. Beritahukan efek apa yang ditimbulkan dalam permainan yang sedang dimainkan anak. Dengan mengetahui akibat apa yang ditimbulkan dari suatu game dengan sendirinya anak akan belajar memilih permainan yang akan dimainkan dan menghindari permainan yang tidak disukai oleh Emak 

Demikian sedikit tips untuk mencegah anak menjadi pecandu game, tapi tetap mengikuti perkembangan jaman, dan menjadikan Emak teman bermainnya.

Monday, March 11, 2019

Bangga Jadi Wanita Indonesia

Gambar diambil dari Epizone.id 

 “Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yan g diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” –Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902.

 Apa yang terlintas dalam pikiran Emak mendengar kata wanita Indonesia? Sejak jaman dahulu, wanita Indonesia dikenal dengan penampilannya yang sederhana. Kain samping, sanggul, santun, dan berbakti. Itu juga yang sering saya lihat dalam film-film lawas Indonesia. Kepatuhannya memang sering disalah gunakan. Wanita Indonesia yang terkenal akan kepiawaiannya dalam rumah tangga, memasak dan mengurus keluarga selalu dikaitkan dengan keterikatannya terhadap norma – norma dan adat kebiasaan setempat. Bahkan sampai sekarang banyak wanita yang dianggap sebelah mata bila bersekolah tinggi. “perempuan, sekolah tinggi-tinggi akhirnya ke dapur juga”.  Seolah-olah wanita Indonesia tidak mampu berbuat apa-apa, dan hanya bisa pasrah menerima nasib.

Wanita Indonesia tidak diciptakan hanya untuk memakai kebaya dan berjalan ke sungai membawa cucian. Dibalik santunnya, mereka menyimpan kekuatan dan kepintaran. Banyak wanita Indonesia yang menjadi tulang punggung keluarga. Walaupun disampingnya tidak ada pria, wanita Indonesia banyak yang bisa bertahan hidup dan berhasil mendidik anak-anak mereka hingga sukses.

Boleh dibilang, masa depan Indonesia tergantung pada wanita. Itulah sebabnya mengapa RA. Kartini mau bersusah payah membela hak kaum wanita untuk bisa memperoleh pendidikan. Wanitalah kunci terbentuknya anak Indonesia yang hebat. Pemuda dan pemudi harapan bangsa yang memiliki karakter kuat, pintar, dan tidak mudah goyah pendiriannya. Kalau bukan Ibu, wanita pertama yang ditemukan setiap anak saat mereka lahir, siapa lagi?

Wanita Indonesia adalah wanita yang mandiri, berkepribadian kuat dan rela berkorban demi anak-anak dan keluarganya. Sayangnya, bila wanita tidak mau belajar, tentu saja akan mudah ditipu dan dimanfaatkan. Sebaliknya, wanita yang pintar dan mau belajar tentu tidak mudah dibohongi. Negara Indonesia masih membutuhkan banyak generasi muda yang pintar, yang memiliki moral dan karakter yang baik. Negara ini memerlukan wanita-wanita hebat, yang bisa menjadi pendidik dan pengajar bagi anak-anaknya, bagi keluarganya, dan bagi negaranya.

Wanita Indonesia selain terkenal karena keramahan dan keteguhannya, juga terkenal karena kepintarannya. Dengan terbiasa hidup keras, wanita Indonesia menjadi tegar dan memiliki pendirian yang kuat, tapi tetap berbakti kepada keluarga. Tentu saja bagi saya menjadi wanita Indonesia adalah merupakan kebanggaan tersendiri. Bagi saya, Indonesia akan lebih baik bila wanita-wanitanya juga dibekali ilmu dan wawasan yang luas. Wanita Indonesia adalah aset bangsa, dan tidak bisa diganti dengan apapun.

Didiklah para wanita, maka akan tercipta generasi muda yang membanggakan. Biarkan kami sebagai wanita Indonesia dapat berkarya, mengukir prestasi dan berbagi mimpi. Indonesia adalah rumah, tanah kelahiran dan tumpah darah kami. Apapun yang dilakukan dan berikan adalah untuk Indonesia. Baik sebagai seorang istri, seorang Ibu dan seorang anak ataupun seorang menantu, wanita selalu menjadi sorotan dan perhatian.

Wanita yang hebat tentu adalah wanita yang bisa mendidik anak-anaknya menjadi berarti dan membawa suaminya menuju kesuksesan ataupun kedamaian. Dengan keluarga yang bahagia, tentu saja tercipta Negara yang bahagia juga sejahtera.
.

Friday, February 1, 2019

Mendidik Remaja Menghadapi Masa Depan


Dewasa ini kita dikejutkan dengan banyaknya remaja yang melakukan tindakan kriminal, bahkan sadis dan tidak berperi kemanusiaan. 

Mulai dari remaja yang berpacaran di muka umum, melakukan tindakan asusila dan ugal-ugalan di jalan. Belum lagi remaja yang emosinya masih tinggi dan labil, hingga mengakibatkan adanya tawuran, pelecehan, perkosaan, bahkan pembunuhan. 

Siapa yang bisa disalahkan dalam hal ini? Apakah guru dan sekolah, teman-temannya bergaul, ataukah kita, sebagai orang tuanya?

Setiap orang tua sudah berkewajiban menjaga dan mendidik anak-anak yang dipercayakan Tuhan. Sebuah negara bisa menjadi maju jika rakyatnya bersatu dan saling bahu membahu dalam membangun negara tersebut. 

Rasa persatuan dan saling menolong itu bisa dimulai dari sebuah keluarga. Mulailah dari keluarga kita. Didiklah anak-anak kita sedari kecil untuk menjadi anak yang berdisiplin dan bertanggung jawab, memiliki kepribadian yang kuat dan tidak gampang menyerah. 

Lain halnya bila mereka sudah remaja. Banyaknya pergaulan dan kemajuan tekhnologi membuat mereka mulai menjauh dan sulit dimengerti. Lalu, bagaimana caranya mendidik anak remaja pada masa kini? Bagaimana caranya supaya kita bisa saling memahami?
  1. Jadilah orang tua yang smart. Yaitu bisa dimulai dengan memperdalam pengetahuan kita mengikuti perkembangan kemajuan zaman. 
  2. Jangan ragu untuk bertanya kepada anak tentang tekhnologi masa kini.  Dengan bertanya pada mereka, kita menunjukkan bahwa kita peduli. Anak akan dengan senang hati memberi tahu apa yang dia ketahui. Selain merasa dihargai, mereka juga bisa menjadikan kita teman bertukar pikiran.
  3. Jangan pernah berhenti belajar, karena kehidupan terus berjalan. Pengetahuan kita tentang dunia remaja akan membuka wawasan tentang kehidupan mereka, dan membuat kita lebih memahami apa yang sedang terjadi pada para remaja. Kita juga sebaiknya bisa menjadi orang tua yang bisa memberikan solusi dalam permasalahan mereka, menjadi teman curhat dan pemberi semangat serta motivator yang bisa diandalkan. 
  4.  Bersikaplah bijaksana. Sebagai orangtua yang mengetahui lebih banyak tentang kepribadian dan keseharian anak, tentulah kita dituntut untuk bisa memilihkan apa yang terbaik bagi anaknya. Dalam banyak kasus, anak memiliki sifat dan karakter yang diturunkan oleh orangtuanya. Dengan kata lain, apapun yang dilakukan orangtua akan diikuti oleh anak-anaknya. Bila orangtua memberikan peraturan untuk mendisiplinkan anak, sudah seharusnya orangtua juga bersikap disiplin lebih dahulu. 
  5. Menunjukkan kasih sayang. Siapa bilang kalau kasih sayang itu tidak perlu dikatakan, cukup ditunjukan saja? Memang terdengar sedikit gombal. Tapi dengan memberikan pernyataan bahwa kita menyayangi mereka, anak-anak remaja akan merasa dibutuhkan. Setidaknya, mereka akan mengerti bahwa apapun yang kita lakukan pada mereka adalah untuk kebaikannya. Jadi, kalau kita tidak memanjakannya dengan memberikan apa saja yang mereka minta, mereka akan mengerti bahwa itu adalah untuk kebaikan mereka sendiri. 
  6. Mengajarkan moral yang baik. Anak remaja memiliki jiwa yang rapuh dan rentan. Gesekan dan ujian sedikit saja akan mudah membuat jiwanya hancur, terbawa arus dan menjadi pemberontak. Semua itu tidak lepas dari perhatian yang kita berikan sebagai orangtua. Sediakan waktu khusus bersama mereka untuk memberikan pengajaran yang baik dan benar tentang agama, keadilan dan kebenaran. Tumbuhkanlah rasa kepedulian anak, sehingga mereka menjadi remaja yang memiliki wawasan luas. Mau melihat dunia sekelilingnya dan tidak egois. 
  7. Berhati-hatilah dalam bersikap. Jangan melakukan hal yang bisa melukai perasaan anak. Sikap kita akan mempengaruhi mereka, bukan hanya hari ini saja, tapi untuk seterusnya. Seorang anak yang sejak kecil diperlakukan dengan keras maka pada saat dewasa mereka bisa menjadi pemberontak, atau malah menjadi seorang pengecut yang tidak bisa membela hidupnya sendiri.
Ingatlah, apapun yang kita lakukan pada anak terutama saat mereka menjelang remaja, bisa berpengatruh terhadap kehidupannya di masa depan. Kalau kita salah mendidik mereka sekarang, apa yang akan kita dapat setelah tua nanti? 

Jangan hanya bisa menyalahkan keadaan, tapi usahakanlah apapun yanjg bisa kita lakukan untuk mereka sekarang.

Anak-anak kita adalah tanggung jawab yang Tuhan berikan pada kita. Biarlah kita ikut ambil bagian dalam membangun generasi muda yang kuat dan sukses di masa depan.