Monday, May 22, 2017

Warisan Afi Nihaya Faradisa

Foto : facebook Afi
Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.
Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan.
Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.”
-Afi Nihaya Faradisa

Siapa itu Afi Nihaya Faradisa? Kok status FB remaja SMA saja bisa jadi viral di media sosial? Dan kenapa sampai ada yang bersusah payah melaporkan akunnya tersebut sehingga facebooknya di blokir?

Mungkin itu yang terlintas di pikiran kita begitu mendengar dan melihat namanya wara-wiri di halaman facebook. Ya, Afi Nihaya Faradisa adalah nama pena dari gadis kelahiran Banyuwangi, 23 Juli 1998. Nama aslinya adalah Asa Firda Inayah (AFI). Akhir-akhir ini Afi banyak memposting pemikiran-pemikirannya tentang keadaan di Indonesia. 

Beberapa hari yang lalu accountnya sempat di tutup oleh Facebook dan banyak menuai kritik dari netizen. Sebenarnya apa saja yang ditulis Afi hingga bisa menarik ratusan ribu follower dan di share ribuan kali?

Tulisan pertamanya mengajak pembaca untuk melihat sebuah permasalahan dari sisi lain. Dengan judul yang bagi saya sedikit kekanak-kanakan, “Mari Jadi Dewa untuk Sehari saja” dibaca sampai 4,9 rb kali dan di share sampai 5,276 kali. Hebat bukan? Isinya mengajak para pembaca untuk mencoba menjadi dewa, naik ke atas dan melihat kekacauan di tanah air kita dari atas sana. Dari sana kita akan melihat kalau kekacauan yang terjadi di Indonesia juga terjadi di belahan dunia lain.

Di Amerika, Negara yang kaya raya juga masih ada rakyatnya yang miskin. Sebagaimana Amerika, di Myanmar juga masih banyak orang yang toleran dan tidak rasis. Di Palestina juga ada umat kristiani yang ikut tertindas, di Arab juga ada orang yang atheis, ataupun orang yang berkecukupan di Somalia. Dan itu semua sudah terjadi sejak dulu, dan berulang kali. 
Setujukah Anda dengan hal ini?

Tulisan kedua mengenai pengalamannya membongkar hoax. Afi adalah salah seorang admin di group pembongkar hoax terbesar di Indonesia. Dari situ dia menemukan bahwa para penyebar berita viral bukanlah orang yang netral. Semua orang tahu kalau hoax tetaplah hoax. Sebuah berita bohong walaupun dikemas dengan sangat rapih dan diberi parfum sekalipun tetaplah bohong. Membongkar hoax dari oknum agama bukan berarti anti agama tersebut. Begitupun sebaliknya, membongkar hoax dari pro-toleransi bukan berarti 
intoleran.

Semua isu yang berkembang bukan membesar begitu saja, tetapi sudah pasti ada yang memelintir dan menambah-nambahi. Tidak percaya? Coba saja lihat melalui gambar yang lebih besar. Skeptislah. Di jaman ini semua informasi bisa keluar dari mana saja, akun, blog, dan situs abal-abal.

Dengan ikut-ikutan menyebarkan isu hoax, mungkin saja Anda terbebas dari jerat hukum UU ITE. Tapi bisakah lolos dari jerat hokum Tuhan?” Afi Nihaya.

Postingan inipun di share hingga lima ribuan kali lebih. Sementara likenya mencapai 13 ribu.

Masih ada postingan lainnya tentang mengendalikan diri di Facebook. Sebenarnya postingan ini untuk mengingatkan pada diri sendiri. Facebook bukanlah tempat debat kusir. Facebook yang semula diciptakan untuk hiburan justru menjadi penyebab umur pendek bagi beberapa orang. Kuncinya hanya satu, kendalikan diri. 

"Tuhan sudah menciptakan manusia dengan beraneka ragam. Lalu, kenapa kita sibuk memperdebatkan siapa dan apa yang benar?"
 –Wilson Kanadi

Adalagi status Afi yang dibagikan hingga hampir mencapai 33 ribu kali dan di like oleh 51 rb orang. Saat itu semua masalah dijadikan perdebatan di Facebook. Afi mengatakan bahwa Tuhan tidak mengatakan hanya dekat dengan pembuluh nadi agama x dan suku y. 

Tapi Tuhan dekat dengan semua pembuluh nadi. Disini saya sendiri sependapat. Tuhan membagikan udara, sinar matahari dan hujan tanpa memandang suku dan agama. Tuhan juga menciptakan kaum minoritas dan mayoritas sama sempurnanya.
Foto : Facebook Afi

Sekali lagi Afi mengemukakan pendapatnya tentang kaum pembenci pemerintah. Afi menggunakan perumpamaan mengenai rumah. “Bagaimana rasanya kalau Anda membenci keluarga tapi hidup serumah dengan mereka? Tidak ada rasa hormat pada Ayah dan sering bertengkar dengan Ibu?” 

Begitu Afi mengawali statusnya tentang para pembenci pemerintahan, yang hidup di Indonesia, bergantung dan mencari makan pada tanahnya tapi membenci pemerintahannya.

Selalu ada alasan untuk tidak puas pada pemerintah siapapun yang berkuasa. Semua manusia tidak ada yang sempurna.

Negara kita pernah dipimpin oleh ilmuwan, tapi bukan berarti rakyatnya langsung intelek semua, Dipimpin oleh seorang ulama, tapi rakyatnya tidak langsung religius dan memiliki karakter mulia. Saya sependapat dengan ini. 

Yang menentukan suatu perubahan bukanlah pemerintahnya saja, tapi kita. Masyarakat terobsesi pada pemerintahan, mengharapkan perubahan dari pemerintah tapi tetap mempertahankan karakter lama. Lalu, bagaimana bisa hal ini disebut perubahan?

Marilah kita singkirkan sejenak segala perbedaan. Pelangi tidak akan indah bila hanya memiliki satu warna saja. 

Tidak ada seorangpun anak yang bisa memilih akan lahir di mana, dan memilih siapa orang tuanya. Saya hanya bisa menatap wajah oriental anak-anak dan berharap yang terbaik bagi mereka. 

Semoga bangsa Indonesia tetap bersatu, dan tidak mendeskriminasikan mereka. Semoga masih banyak warga Indonesia yang memandang perbedaan sebagai keunikan dan keindahan. 




Thursday, May 18, 2017

10 Fakta Tentang Kopi yang Perlu Kita Ketahui

Apa yang kamu ketahui tentang kopi?

Menjamurnya pebisnis yang hobby meeting di warung kopi sudah menjadi fenomena gaya hidup di kota-kota besar. Begitu pula halnya dengan arisan Ibu-Ibu yang setiap hari mengantar anaknya bersekolah. Ya, kopi adalah minuman paling populer di dunia saat ini. Minuman kopi terbuat dari bubuk biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan. Bisa dinikmati dalam keadaan panas maupun dingin.

Meskipun kopi dikonsumsi lebih dari 400 milyar gelas perhari, banyak orang Indonesia yang anti minum kopi. Kopi bisa menjadi jerat, tapi bisa juga menjadi obat.

Berikut 10 fakta tentang kopi yang perlu kita ketahui:

      1. Kopi berasal dari nama latin coffea
      Kopi  memiliki dua varietas. Yaitu kopi Arabika (Coffea Arabica) yang paling populer, berasal dari Etiopia dan kopi Robusta (Coffea Canephora) yang memiliki rasa sedikit lebih pahit, berasal dari Kongo.


2. Kopi Luwak

    Selain kedua varietas kopi tersebut, kini ada kopi yang dikenal dengan nama kopi Luwak. Yaitu subvarietas dari kopi robusta dan kopi arabika. Kopi yang memiliki harga jual tertinggi ini diproses dengan cukup unik. Kopi luwak adalah biji kopi yang telah dimakan oleh luwak (semacam musang). Karena tidak semua biji kopi dapat dicerna dengan baik, maka biji kopi akan keluar bersama kotoran luwak. Dengan fermentasi singkat oleh bakteri dalam perut luwak inilah yang membuat kopi luwak memiliki cita rasa yang unik.

3.Sejarah Kopi
      Bangsa Etiopia di Afrika pertama kali menemukan minuman kopi sekitar 3000 tahun yang lalu (1000 SM). Sebelumnya biji kopi dikonsumsi dengan cara mencampurkannya dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.


4. Penemu Kopi 

      Khalid, seorang penggembala kambing yang pertama kali menemukan khasiat kopi pada kambing gembalaannya yang terus terjaga setelah mengonsumsinya. Khalid kemudian memasak dan memakannya.


      5. Kopi pertama kali disebaarkan di Arab

      Sebagai minuman penambah energi, kopi pertama kali disebarkan di Arab. Kemudian ditanam di luar Arab sekitar tahun 1600-an. Selanjutnya kopi dibawa masuk ke Eropa oleh seorang saudagar Venesia pada tahun 1615 dan dibudayakan di Belanda.


      6. Kopi mulai di budidayakan oleh bangsa Belanda sekitar tahun 1616, dan pada tahun 1690 masuk ke Pulau Jawa.  Tahun 1714, Raja Louis XIV mendapat tanaman kopi sebagai salah satu pelengkap koleksinya diKebun Botani Royal Paris, Perancis.

     
      7. Kopi sempat menimbulkan perdebatan. Bagi Sultan Mekah kopi dianggap minuman suci, setelah adanya aksi Khait Beg yang melarang peredaran kopi. Sementara umat kristiani baru diijinkan minum kopi oleh Paus Clement VII pada tahunj 1600. Pada tahun 1668 Kepopuleran kopi menggeser bir sebagai minuman terfavorit di New York.  
     
      8. Kopi mengandung Tanin yang dapat mengubah lapisan warna gigi hingga hitam atau kecoklatan. Kopi bisa mempengaruhi DNA dan meningkatkan risiko terkena kanker kandung kemih dan ovarium. Kandungan kafein pada kopi bersifat menyerap vitamin, mineral dan cairan tubuh hingga daya tahan tubuh menjadi lemah. Untuk mengatasinya, minumlah air putih setelah mengonsumsi kopi.


9. Menurut penelitian, senyawa dalam kopi (asam chlorogenik) mampu mencegah diabetes, mengurangi risiko penyakit hati dan stroke 20% lebih rendah. Kafein juga ternyata dapat membantu mengurangi cedera otot karena penuaan.







     10. Minuman kopi sekarang sangat beragam, dengan proses penyajian dan pengolahan yang unik. Minuman kopi yang umum dijumpai adalah kopi hitam (kopi bubuk tanpa tambahan apapun), espresso (minuman kopi dengan tekhnik mengekstrasi biji kopi dengan uap panas di tekanan tinggi), latte (espresso ditambah susu), café au lait (seperti latte dengan campuran kopi hitam), caffe macchiato (ekspreso ditambah susu 4:1), cappuccino (kopi, susu, krim dan coklat), dry cappuccino (cappuccino tanpa susu), frappe (espresso dingin), dan lain-lain.

      Demikian 10 fakta tentang kopi yang perlu kita ketahui. Di Indonesia sendiri kopi merupakan salah satu primadona hasil perkebunan. Kopi bukan hanya disajikan di kafe atau warung kopi esklusif, melainkan sudah menjadi salah satu minuman tradisional hingga ke pelosok daerah. Yuk, kita ngopi lagi?

Friday, May 12, 2017

Menjadi Remaja yang Berhasil

Masa #remaja bagi saya adalah masa dimana kita harus berjuang, menunjukkan jati diri di mata semua orang. Segala sesuatu yang kita dapat hari ini adalah hasil dari apa yang sudah kita lakukan pada waktu dulu. Apa bener? Kenapa sih saya suka banget ngurusin masalah remaja? Bukannya sekarang saya sudah bukan remaja lagi?

Iya. Saya punya seorang anak yang sudah hampir melepas masa remajanya dan seorang anak yang baru mau remaja. Mau tau, 'kan rasanya punya anak di usia rawan kayak gini? 

Punya anak remaja rasanya seru-seru aja, kok. Dengan anak perempuan, saya jadi punya sahabat. Ada temen buat nonton drama korea, film romantis dan drama percintaan, bahkan film yang nggak masuk akal kayak serial Harry Potter, Twilight, Hunger games dan Divergent. Nonton film yang seperti ini memang enaknya sama anak perempuan.  Aneh aja rasanya, kalau kita jerit-jerit liat cowok korea ganteng atau drakula kece disamping papanya anak-anak 'kan? 
Itulah untungnya punya anak perempuan, bisa berbagi hobby dan idola juga. Hehe... 

Terus, gimana dengan anak laki-laki? Apa kita masih bisa masuk dalam dunia mereka?
Pastiiii. 
Saya sebenarnya suka film detektif dan kriminal seperti NCIS, CSA atau Criminal Mind. Tapi berhubung anak perempuan saya kurang suka, kalau nonton sama dia saya yang ngalah nonton film korea. Biarpun awalnya enggak merasa tertarik dengan film pilihannya, saya coba nikmati aja. Hasilnya, minimal enggak ketiduran nontonnya. 

Lain anak perempuan, lain juga anak laki-laki. Anak lelaki saya suka sekali main game. Kalau yang ini memang bagian papanya. Papanya juga suka ajak dia nonton. Kadang-kadang saya ikut nonton sama-sama kalau di rumah, atau terjun mempelajari game apa yang dia mainkan, dan ikut bermain. Sebagai Emak, pasti ada aja yang dia butuhkan dari saya. Mulai dari keperluan sekolah, tugas, terutama kalau ada pertemuan orang tua murid. Jadi biar bagaimanapun, anak perempuan dan laki-laki masih tetap bergantung sama Mamanya meskipun mereka sudah #remaja.

Supaya anak-anak #remaja merasa nyaman, mulailah saya berandai-andai. Apa yang saya suka kalau jadi mereka? Apa yang enggak disukai dari orang tua saya?

1. Perhatian

Sebagai remaja kita pasti enggak akan suka kalau kedua orang tua kita sibuk sendiri, 'kan. Pingin banget cerita, tapi Mama-Papa nggak mau dengar. Waktu remaja, mencari teman yang mau mendengar curhat saya, memperhatikan apapun yang saya lakukan, bahkan mengidolakan saya adalah prioritas. Jadi kalau kita enggak mau anak lebih bergantung sama orang lain, perhatikan mereka. Jadilah teman mereka. Biar bagaimanapun, mereka adalah #harapan kita, #harapan bangsa. 

2. Waktu

Berapa banyak waktu yang sudah kita berikan untuk mereka? Jangan karena mereka sudah besar berarti mereka enggak butuh waktu kita. Sebisa mungkin, berikan waktu khusus untuk menemani mereka. Mereka juga masih rindu bimbingan kita.

3. Minat

Perhatikan minat mereka. Pujilah kalau mereka memang berbakat pada minatnya tersebut. Dalam permainan game misalnya. Jangan melemahkan #harapan mereka, tapi arahkan. Banyak juga pemain game yang berhasil, kok. Tapi, sebaiknya kita juga memberikan batasan waktu untuk mereka supaya bisa mendahulukan hal yang lebih penting.

4. Bakat

Banyak anak yang sudah terlihat bakatnya sejak kecil. Dukunglah #impian mereka, apalagi kalau itu sesuatu yang positif. Tidak semua orang sukses karena pintar di pelajaran sekolah. Siapa tahu justru mereka kelak berhasil karena bakat dan keahliannya di bidang lain. Biarkan mereka memiliki #impian dan bantu mereka menggapainya.

5. Karakter

Karakter dan kepribadian anak tentu tidak pernah lepas dari didikan orang tuanya. Anak yang perhatian, tentu karena pada waktu kecil dan remaja mereka sudah biasa diperhatikan. Biarkan mereka belajar sejak kecil tentang pentingnya sebuah keluarga. Berikan dukungan dan #motivasi yang baik pada mereka. Bila kita mengajarkan nilai-nilai dan moral yang baik pada anak-anak, maka mereka tentu memiliki moral yang baik pula di masa depan. Bisa karena terbiasa, bukan?
Sebaliknya, jangan harap anak kita tiba-tiba menjadi anak yang baik kalau sejak kecil kita tidak memberikan mereka contoh yang baik juga.

6. Marah

Jangan berharap anak mengerti kesalahannya kalau kita tidak pernah memberitahu mereka apa yang salah dan apa yang benar. Apalagi kalau kita memarahi anak karena bertindak salah, padahal itu adalah hal yang kita sedang lakukan. Misalnya handphone. Berapa banyak orang tua yang memarahi anaknya karena selalu bermain handphone, sementara dia sendiri tidak pernah lepas dari handphone. Anak tidak akan menghargai kata-kata orang tuanya, apalagi bila mengatakannya sambil marah-marah. Jadilah orang tua yang konsisten.Bedakan antara marah, dan marah-marah.

7. Mencintai

Mencintai anak berarti tidak memberikan persyaratan. Bukan mencintai anak karena mereka pintar, tapi cintailah mereka walaupun gagal. Setiap manusia tentu tidak memiliki otak yang sama persis. Jadi jangan samakan jalan pikiran anak dengan kita. Biarkan mereka mencari jalannya sendiri 
   
Demikian beberapa tips agar kita bisa menjadi #inspirasi dan #harapan anak remaja kita dalam menggapai impiannya. Dengan mendukung mereka, memberikan #motivasi yang baik terhadap mereka, kita akan menjadikan anak remaja kita menjadi #remajasukses  yang #berhasil di masa depan. 

Tuesday, May 9, 2017

Kacang Merah Esau dan Ahok

"... Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyak dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." -RA Kartini

Dari kemarin liat media sosial bawaannya ingin nangisss terus. Apalagi hari ini di Metro Tv, liat begitu banyak orang nangis karena pahlawannya, Bapak Basuki Tjahaya Purnama harus di vonis 2 tahun penjara. Ada apa dengan negara ini?

Bapak gubernur Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) adalah seorang yang terkenal tegas dalam memberantas korupsi. Pembawaannya yang tidak bisa berbasa basi pada kecurangan, dan kemarahannya yang meluap-luap saat berhadapan dengan para koruptor adalah ciri khasnya.

Bagi saya pribadi, kemenangan atau kekalahannya dalam pilkada tidaklah membawa pengaruh apa-apa. Jakarta memang Ibu Kota negara Indonesia, tetapi para pemimpinnya adalah manusia biasa. Sudah berapa banyak pejabat yang menjadi gubernur di Kota Jakarta, tapi tidak ada yang menunjukkan prestasi sehebat Pak Ahok. Selama ini Jakarta terkenal dengan sampah, kemiskinan dan banjir.

Saya pernah hidup di pinggiran kota Jakarta. Tidak ada yang berpengaruh dengan pergantian gubernur. Keluarga kami tetap saja berhutang ke toko sebelah. Hehe.... Sekolah kami juga tetap seperti itu, jalan raya yang kami lewati juga tetap sama. 

Tapi sekarang, saya bukan lagi melihat Jakarta sebagai kota kumuh. Jakarta yang sekarang adalah kota mewah dengan gedung-gedung pencakar langit yang megah, sungai yang bersih, sedikitnya kasus banjir dan masyarakat kecil yang bahagia. 

Semua itu tidak terlepas dari Bapak Ahok, yang membawa kota Jakarta menjadi kota yang indah dan kembali menjadi kota impian. Kekaguman saya kepada Pak Ahok semakin bertambah karena dengan dana operasionalnya, beliau tidak segan membangun tempat ibadah umat muslim, membuat pegawai kecil di masjid bisa menikmati umroh, dan memberikan upah yang cukup lumayan untuk para pekerja kasar, yang dikenal dengan warna pakaian yang dikenakan. Pasukan Oranye, dan Pasukan Biru.

Terlepas dari agama dan keturunan apa beliau tetaplah seorang anak bangsa yang sudah ikut membangun negeri ini. Prestasi yang dicapainya dalam dua tahun tentu saja tidak bisa disandingkan dengan para gubernur lain yang sudah menjabat selama 5 tahun, apalagi dengan Bapak Ali Sadikin, yang menjabat selama 10 tahun, (1977-1988). 

Tetapi, dengan sebuah kalimat surat Al Maedah yang saya juga tidak mau bahas disini isinya, Bapak Ahok harus rela dijatuhi vonis penjara 2 tahun.

Lucunya, saya merasa terusik. Karena disini saya melihat adanya ketidak adilan dengan sangat jelas yang dibiarkan merajalela. Siapapun yang tinggal di Indonesia, memiliki KTP dan Paspor Indonesia adalah warga negara Indonesia. Apalagi memang lahir dan makan di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, apapun yang kita lakukan adalah untuk memajukan negara Indonesia. Kita bekerja dan belajar untuk bangsa Indonesia, bukan untuk memberi kekayaan kepada negara lain. Betul, diantara kita ada warga keturunan China, Arab, India, Amerika, Pakistan, Turki, Malaysia, ataupun dari negara mana saja. Tapi, sebagai warga negara Indonesia, kita lahir, dibesarkan dan mati untuk Indonesia. Sekali lagi, INDONESIA, bukan negara nenek moyang kita. Bagi yang pernah bersekolah, tentu pernah mendapat pelajaran sejarah bangsa kita, bukan? Tentu sudah tahu siapa nenek moyang kita. Ya, menurut sejarah, nenek moyang bangsa Indonesia adalah dari benua Asia, Yunann di China selatan. Begitupun agama di Indonesia, Jadi jangan lagi mempersoalkan turunan dan agama. Bukankah kita semua juga tahu kalau Indonesia dulu terkenal dengan paham Animisme dan Dinamismenya?

Sebagai umat kristiani, saya sudah terbiasa dijuluki kafir, dan ucapan yang menghina untuk kepercayaan kami, Yesus Kristus atau Isa Almasih. Tapi, saya tahu bukan kapasitas saya untuk marah. Bukan saya yang sedang dihina, tapi Tuhan yang menciptakan saya yang sedang dihina. Jadi apapun yang saya lakukan tidak akan menambah pahala saya di surga, ataupun menambah dosa saya. Saya hanya manusia biasa, urusan kemanusiaan, adalah urusan saya, tapi yang berhubungan dengan pencipta, itu adalah urusan Yang Maha Kuasa.

Hari ini saya membaca renungan pagi, kisah Esau dan Yakub. Bagi yang beragama nasrani mungkin sudah hapal isi dan inti cerita ini. Esau, kakak Yakub yang suka berburu, suatu hari pulang dengan perut lapar. Dia melihat Ibunya yang sedang memasak sup kacang merah. Ketika dia meminta sup itu dari ibunya, Ibu Esau mau memberikannya asal ditukarkan dengan hak kesulungan. Esau yang hanya memikirkan perutnya tidak tertarik dengan hak kesulungan. Padahal, hak kesulungan adalah sesuatu hal yang patut di perjuangkan. Hak kesulungan adalah berkat Tuhan. Dengan hak kesulungan Yakub memperoleh berkat dari ayahnya melebihi apa yang akhirnya didapat oleh Esau.

Saya sendiri tidak tahu apakah berkat kesulungan pada zaman ini masih berlaku atau tidak. Karena pada zaman Esau dan Yakub, untuk memperoleh berkat dari ayahnya mereka harus memiliki ritual khusus. Berkat untuk anak sulung bukan diperoleh dengan cuma-cuma, tapi melalui sebuah proses yang melibatkan kedua orang tua juga. 

Kembali ke pilihan Esau, hari ini juga terjadi di negeri kita tercinta Indonesia. Sebagai salah seorang penentu nasib, hakim yang adalah manusia biasa juga harus memilih apa yang terbaik bagi bangsa ini. Semua pilihan memiliki konsekwensinya. Mana yang lebih penting. Penyesalan selalu datang terlambat. Karena kalau datang duluan itu namanya proposal. ^_^ 

Apapun keputusannya, kita hanya bisa mendoakan semua yang terbaik bagi bangsa ini. Selamat mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat buat Bapak Anis dan Bapak Sandiaga Uno, buktikan bahwa kami tidak salah pilih memilih Anda. Buat Bapak Ahok, Tuhan tidak tidur. Doa kami selalu mengiringi langkahmu, biarlah Tuhan menguatkan hati dan semangatmu. Terimakasih untuk semua yang sudah Bapak lakukan bagi kota Jakarta, bagi bangsa ini.

"... Tubuh boleh terpasung, tapi jiwa dan pikiran harus terbang sebebas-bebasnya..." - RA. Kartini




Monday, May 1, 2017

Membuat Rumah Impian

Pernahkah Anda mendengar pepatah : East and West, Home is Best, dan Home Sweet Home?
Saya rasa hampir semua orang pernah mendengarnya. Artinya, kemanapun kita pergi, tetaplah lebih nyaman di tempat kelahiran sendiri. Tepatnya di rumah sendiri. Terus, bagaimana caranya, supaya rumah kita, bisa menjadi tempat yang paling nyaman, dan membuat penghuninya dipenuhi rasa bahagia, dan sukacita?

Sebagai seorang Ibu, itulah yang saya coba lakukan di rumah. Membuatnya supaya terlihat nyaman dan indah. Impian saya agar keluarga merasa kerasan tinggal di rumah. Tetapi, tentu saja tidaklah semudah kedengarannya. Banyak hal yang harus dilakukan. Mulai dari perencanaan yang matang, disain yang memenuhi kebutuhan, ketersediaan dana, dan keberadaan barang itu sendiri.
Saya mulai sering membuka-buka instagram dan pinterest, untuk mencari disain yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan saya. Tetapi kendalanya selalu terletak pada perabotan atau bahan yang kurang. Inilah yang mendorong keinginan untuk kembali mengunjungi ACE Hardware, the #HelpfulPlace. Barangnya-barangnya selalu komplit, kualitasnya baik, dan up to date. Sungguh beruntung bisa berkunjung kapan saja disaat ada kesempatan. ACE Hardware tersebar di banyak mall di kota saya.  Tempatnya mudah dijangkau, lengkap dengan harga yang sesuai dengan kualitas barangnya.

Sebagai #HelpfulPlace, ACE Hardware bukan hanya menjual peralatan dekorasi rumahtangga. Disana kita juga akan menemukan peralatan elektronik, seperti bola lampu, pengisap debu, bahkan perabotan dapur. Untuk otomotif dan perkakas pertukangan lainnya, seperti tangga, dan lain-lain, juga tidak mengecewakan. Sekarang produk – produk ACE Hardware bahkan sudah bisa dibeli secara online. Tinggal buka saja facebook dan twiternya.

Rumah adalah satu-satunya tempat yang membuat kita bisa menjadi diri sendiri. Dengan bantuan ACE Hardware, #HelpfulPlace, saya bisa mewujudkan keinginan untuk mendisain rumah, menjadi tempat yang lebih nyaman, sehat dan hangat. Juga membuat penghuni rumah merasa dicintai, dan berharga. Kita bisa menata dan membuat rumah, menjadi senyaman mungkin, sesuai dengan passion, tanpa takut kekurangan bahan.


Saya sudah merasakan manfaat ACE Hardware dalam keluarga, bagaimana dengan Anda?