Thursday, October 23, 2014

TRUE BEST FRIEND

Have you ever feel that you have a true best friend?...

Pertanyaan sukar untuk jawaban yang sebenarnya sangat sederhana, hanya ya dan tidak. Tapi begitu kita menengok ke belakang, kepada para sahabat yang pernah dekat dengan kita, pasti ujung ujungnya mentok juga. Apakah dia betul betul sahabat kita? Apakah dia memang selalu memikirkan kita? Sedang apa mereka sekarang? Dimana mereka sekarang? Apakah dia juga menganggap kita sahabatnya? Apa perhatian kita cukup membuatnya memikirkan kita? Apa yang kita sudah lakukan untuk dia cukup berarti bagi dia?Semua ada waktunya. Persahabatan yang dijalin saat kita masih kecil, seiring berjalannya waktu akhirnya meregang dengan sendirinya. Perbedaan hasrat dan cita-cita membuat kita masing masing hanyut dalam kesibukan masing masing, terpisahkan oleh jarak dan waktu. Bahkan ada yag pergi untuk selamanya tanpa kita sadari penyebab sesungguhnya, kita tidak mengetahui penyakitnya, dan kesedihannya. Dengan kesibukan-kesibukan kita yang baru, kita juga punya teman teman baru, dan sahabat sahabat baru yang sebetulnya tidaklah seloyal dia. Semua tidaklah sama. Akhirnya pada saat kita mengalami musibah atau jatuh dan terpuruk, yang  kadang kita sebut juga dengan masa terkelam, terberat.... saat kita betul-betul membutuhka sahabat, seseorang yang biasanya ada dan hadir disisi kita, membela kita, membantu menggenggam tangan kita hingga kita merasa tenang dan tak sendirian... Justru saat itulah kita baru merasakan kehilangan. Munculah kalimat "andaikan dia masih ada"... atau "coba kalau kamu ada disini"... Seringkali baru kita sadari besarnya kasih seseorang justru pada saat dia tidak berada disisi kita lagi. Terus kalau sudah begini....barulah kita mulai menyesali perkataan kita, perbuatan kita dan kurangnya perhatian perhatian kita.

Sebenarnya kapan kita mulai menemukan siapa sahabat kita? Lihat sekeliling kita, siapa orang terdekat kita.. mulailah memperhatikan mereka. bagi pasangan suami istri tentu lebih mudah. Jadikan pasangan hidup kita sebagai sahabat kita. Jujurlah pada mereka tentang perasaan kita, keberatan-keberatan kita, keinginan-keinginan kita. Seburuk apapun perlakuan mereka terhadap kita, kita harus ingat... Bahwa merekalah yang akan tetap ada disisi kita sampai akhir. Ingatlah kembali apa yang membuat kita memilih mereka sebagai pasangan hidup kita. Itu sebabnya pada saat kita menikah orang tua kita akan memberi peringatan :"Pikir baik baik....karena  menikah itu satu kali seumur hidup". Lepas dari kehidupan masa kini yang menganggap "kawin-cerai" itu hal yang wajar dan biasa, tapi kita dituntut untuk membesarkan anak-anak yang nantinya akan menentukan masa tua kita juga.  Bagaimana perlakuan mereka kelak pada saat kita tua, sakit dan tidak berdaya pasti tergantung pada apa yang telah kita perbuat terhadap mereka. Kita yang membentuk karakter dan pola pikir mereka. Jadikan mereka juga sahabat kita, maka kita juga akan menjadi sahabat mereka.

Sahabat adalah orang-orang yang ada disekeliling kita, yang bersama kita setiap hari dan akan tetap bersama kita sampai akhir, yang membutuhkan perhatian kita lebih dari mereka yang datang dan pergi dalam hidup kita. Cintai mereka sebagaimana kita ingin dicintai. Perbuatlah pada mereka seperti yang kita ingin mereka perbuat terhadap kita. Mari kita membangun persahabatan mulai dari keluarga kita sendiri. Libatkan Tuhan dalam kehidupan kita, percaya bahwa hidup kita pasti akan lebih baik.

No comments:

Post a Comment