Saturday, April 1, 2017

Amnesia Disosiatif

Apa itu amnesia disosiatif?

Amnesia disosiatif adalah salah satu penyakit yang tidak banyak diketahui. Ini adalah salah satu kasus yang jarang terjadi di Indonesia. Penyakit ini sempat popular di Amerika beberapa tahun lalu. Bahkan beberapa kasus sempat di bukukan dan dijadikan film. Amnesia disosiatif adalah kehilangan ingatan sebagian, atau beberapa peristiwa bahkan informasi penting tertentu didalam hidupnya. Biasanya dipicu oleh trauma masa kecil seperti kekerasan, pelecehan, perang, dan kejadian menyakitkan yang berulang-ulang hingga pasien tanpa sadar memblokir ingatan tersebut. Sayangnya terkadang informasi penting lainnya juga ikut terlupakan. Bila tidak segera ditangani, akan  muncul kepribadian baru dalam tubuh pasien. Dalam istilah kedokteran dikenal juga dengan istilah kepribadian ganda. Pasien amnesia disosiatif bisa memiliki beberapa kepribadian dalam satu tubuh. Apakah penyakit ini bisa disembuhkan?
Penyakit ini memang tergolong unik, keahlian seorang psikiater sangat mempengaruhi kesembuhan pasien, terkait dengan tingkat keparahannya. Masih belum ada gambaran? saya akan bercerita mengenai seorang pasien amnesia disosiatif yang baru memiliki gejala.

"Seorang gadis muda turun dari sebuah angkot dengan kebingungan, Ia lupa apa yang sedang dilakukannya. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, dan dia masih mengenakan seragam sekolah. Dia sama sekali tidak ingat habis kemana dan dengan siapa. Disaku baju nya hanya ada uang Rp. 5000 rupiah, dan sedikit lebam ditangan kanannya.  Dia ingat namanya, dan tahu ini adalah jalan menuju rumahnya, tapi dia tidak tahu kenapa ia ada disini". 

Gejala umum Amnesia Disosiatif

Ini adalah kejadian yang pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Gadis itu tidak bisa menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya kepada siapapun, termasuk orang tuanya hingga bertemu psikiater. Dia mengeluh sering tiba-tiba berada di tempat dan kejadian yang tidak diingatnya, dan tubuhnya juga mudah lelah, serta sering menderita sakit kepala. Ini menunjukan dia  mulai mengalami gejala kepribadian ganda. Yaitu gangguan psikologis yang mengakibatkan kepribadian menjadi terpecah dan menimbulkan munculnya kepribadian lain, yang disebut alter ego. Biasanya alter ego akan mengambil alih dengan melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh kepribadian utama. Sering ditemukan juga beberapa kepribadian yang sangat bertolak belakang, bahkan memiliki identitas yang berbeda pula. Biasanya kepribadian utama tidak mengetahuinya.

Penyebab 

Sumber penyakit pasien pengidap amnesia disosiatif berasal dari masa lalu yang traumatis. Kejadian yang dialaminya pada saat masih belia. Kekerasan dan pelecehan yang terus menerus dihadapinya adalah salah satu penyebabnya. Tanpa disadari lambat laun pasien memblokir ingatan yang tidak diinginkan, sayangnya keadaan ini juga sering disertai dengan kehilangan ingatan lain yang penting. Dalam beberapa kasus saat itulah alter ego mulai muncul. Seorang pasien bisa memiliki 2 sampai 4 alter. Jadi yang harus dilakukan adalah mencari cara bagaimana supaya pasien mau menerima masa lalunya, Menceritakan kejadian yang berat yang dihadapinya, membuatnya lebih nyaman dan santai.

Pengobatan

Melakukan pendekatan kepada pasien supaya mau menerima kenyataan. Kejadian yang sudah terjadi adalah sesuatu yang mau tidak mau akan tetap ada.  Terkadang terapi dengan hipnotis dapat membantu mengingat  kembali beberapa kejadian yang hilang, dan menyatukan kembali beberapa kepribadian yang terlepas.
Biasanya walaupun pasien sudah terlihat sembuh, belum tentu bisa mengingat seluruh kejadian atau peristiwa penting yang pernah dialaminya. Adakalanya mereka bahkan tidak bisa membedakan mana kenyataan, mimpi dan hayalan. Itulah sebabnya pasien memerlukan  psikiater untuk menstabilkan kondisi kejiwaannya. Terapi untuk melakukan apa yang diminati oleh pengidap Amnesia disosiatif sangat membantu. Misal bermain atau mendengarkan musik, bernyanyi atau menulis. Hal ini membangkitkan rasa bahagia dan melupakan rasa tertekan. Peran keluarga atau orang-orang terdekat juga sangat penting, untuk membuatnya merasa dikasihi, dan mampu melewati hari-harinya yang berat. 

No comments:

Post a Comment