Tuesday, March 28, 2017

Komitmen

Menulis adalah hobby saya sejak kecil. Banyak sekali yang bisa diungkapkan dalam tulisan daripada harus diucapkan. Saya memang bukan tipe orang yang bisa mengungkapkan dengan kata-kata apa yang sedang dirasakan, jadi yaaa sampai kapan juga cuma bisa ditulis. ^_^
Masalahnya kalau lagi marah, terpaksa si Non cuma bisa melongo aja, terus nanti ngomel-ngomel di tulisan, pake puisi lagi! Hihi.... susah emang jadi si Non yaa... Tapi segitu hobbynya nulis sampai sekarang ternyata belum juga jadi penulis terkenal. Kenapa yaaa???

Ternyata permasalahannya adalah "Konsistensi"

Konsisten itu penting untuk profesi apapun, terutama penulis. Enggak ada yang bisa berhasil kalau enggak konsisten. Kalau mau jadi penulis ya harus terus menulis, asah kemampuan, sampai lama-lama tulisan itu jadi bagus dengan sendirinya, mengalir lebih cepat dan makin sering dihinggapi ilham. Enggak susah kan?

Menurut Abraham Lincoln, "Karakter itu seperti pohon, dan reputasi adalah bayangannya". Jadi wujud yang sesungguhnya adalah pohon. Nah, mau jadi pohon seperti apa kita ini? Pohon yang kuat tidak mudah goyah biarpun diterjang badai. Bagaimana caranya supaya kita menjadi pohon yang kuat?
Tentu saja salah satunya adalah konsistensi. Jangan mudah menyerah, pasrah dan kurangnya visi. Cara berfikir juga berpengaruh. Hidup memang tidak selamanya mudah, ada yang harus dikorbankan untuk pahala yang sepadan. Jangan takit gagal, dan jangan mudah kalah oleh hambatan.

Sukses bukanlah tujuan utama. Tapi lakukanlah segala sesuati dengan sedikit demi sedikit, awali dengan perjuangan dan semangat. Komitmen tidak ada hubungannya dengan bakat dan kem,ampuan, bukan juga masalah keadaan. Tapi komitmen adalah pilihan. Tentukanlah batasan-batasan, sebelum terjadinya masalah.Lakukan saja yang terbaik, maka kita akan memetik hasilnya.

No comments:

Post a Comment